Pola Hidup Sehat ala Rasulullah SAW
Kesehatan
merupakan nikmat Allah SWT yang tak terkira yang diberikan kepada hamba-Nya
sebagai salah satu tanda kasih sayangNya demi memenuhi kebutuhan hidup manusia.
Jika kondisi fisiknya tidak sehat, seseorang akan menghadapi hambatan yang
lebih banyak dalam melakukan segenap aktivitas keseharian. Pada zaman modern
yang serba cepat dan sibuk ini, nikmat sehat makin terasa dibutuhkan seiring dengan
makin bertambah banyaknya tugas dan kesibukan seseorang. Agar mampu beribadah
dan bekerja dalam kondisi yang serba sibuk ini, selayaknya seorang muslim
memandang penting masaah kesehatan. Bagi seorang muslim, contoh terbaik dalam
menjaga kesehatan adalah contoh diberikan oleh Rasulullah SAW.
Rasulullah
sangat jarang mengalami sakit meskipun mempunyai banyak aktivitas seperti
berdakwah, beribadah, dan bahkan terjun langsung dalam peperangan, serta sering
menghadapi hal-hal yang sangat menekan perasaan. Menurut beberapa sirah, selama
hidupnya Rasulullah hanya sakit dua kali. Yaitu saat menerima wahyu pertama,
ketika itu beliau mengalami ketakutan yang sangat sehingga menimbulkan demam
hebat, dan yang satunya lagi menjelang beliau wafat. Saat itu beliau mengalami
sakit yang cukup parah, hingga akhirnya wafat. Ada pula yang menyebutkan bahwa
Rasulullah mengalami sakit lebih dari dua kali termasuk ketika sakit di tenung
oleh seorang Yahudi dan di racun oleh seorang wanita Yahudi setelah perang Khaibar.
Mengapa
Rasulullah jarang sakit? Pertanyaan yang sangat menarik untuk dikemukakan.
Secara umum, Rasulullah SAW jarang sakit karena mampu mencegah hal-hal yang
berpotensi mendatangkan penyakit. Dengan kata lain, beliau sangat menekankan
aspek pencegahan daripada pengobatan. Banyak ayat-ayat Al-Quran dan Sunnah yang
mengemukakan upaya pencegahan penyakit. Dalam shahih Bukhari saja tak kurang
dari 80 hadist yang membicarakan masalah ini. Belum lagi yang tersebar di dalam
kitab Shahih muslim, Sunan Abu Dawud, Tirmidzi, Baihaqi, Ahmad, dan lain-lain.
1.
Kebiasaan Sehat Rasulullah
Shalallahu ‘Alaihi Wassalam
Ada beberapa
kebiasan Rasulullah SAW yang menjadikan beliau sangat sehat lahir batin, antara
lain:
1.1 Tidak Boleh Tidur terlalu Malam
Diantara kebiasaan Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam adalah, beliau tidak suka begadang. Jika tidak ada
urusan penting –baik tentang dakwah ataupun jihad- maka beliau menyegerakan
tidur setelah shalat Isya’ kemudian bangun di pertengahan malam atau sepertiga
malam untuk shalat tahajjud atau qiyamullail.
Selain memudahkan tahajjud, ternyata kebiasaan tidak tidur terlalu malam juga memiliki banyak manfaat medis yang baru diketahui di zaman modern ini. Sebaliknya, orang yang tidur terlalu malam terancam bahaya kesehatan sebagai berikut:
1. Sistem Imun Melemah
Selain memudahkan tahajjud, ternyata kebiasaan tidak tidur terlalu malam juga memiliki banyak manfaat medis yang baru diketahui di zaman modern ini. Sebaliknya, orang yang tidur terlalu malam terancam bahaya kesehatan sebagai berikut:
1. Sistem Imun Melemah
Tidur terlalu malam ternyata
berpengaruh rusaknya sel-sel darah putih. Akibatnya kekebalan tubuh menjadi
melemah dan rentan terhadap serangan berbagai penyakit.
2.
Diabetes
Tidur terlalu malam juga merusak
hormon di tubuh. Akibatnya tubuh tidak toleran terhadap glukosa karena jumlah
insulin menurun. Orang yang tidur terlalu malam menjadi lebih rentan terhadap
penyakit Diabetes.
3. Sakit Kepala Hingga Kerusakan Otak
3. Sakit Kepala Hingga Kerusakan Otak
Tidur terlalu malam membuat tubuh
tidak bisa beristirahat dengan baik. Meskipun waktu tidurnya sama, katakanlah
lima jam, orang yang tidur sebelum tengah malam dan bangun sepertiga malam
terakhir akan merasakan kondisi fisik yang lebih fit. Sebaliknya, tidur larut
malam membuat istirahat tidak efektif. Ketika bangun kepala terasa berat,
itulah tanda gegar otak kecil sedang menyerang. Jika dibiasakan, terus menerus
dalam waktu berkepanjangan, kerusakan otak bisa mengancam.
3. Kanker Hati
Dintara penyakit berbahaya akibat
tidur terlalu malam adalah kanker hati. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam
situs resmi UGM Fakultas Kedokteran Bagian Radiologi. Bahwa penelitian para
dokter di National Taiwan Hospital menemukan bahwa tidur terlalu malam
dan bangun terlalu siang merupakan penyebab utama kerusakan hati. Subhanallah,
demikianlah hikmah medis dari salah satu kebiasaan Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam. Aisyah radhiyallahu ‘anha menjelaskan kebiasaan beliau ini:
مَا نَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَلَا سَهِرَ بَعْدَهَا
Rasulullah
shallaallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah tidur sebelum waktu isya' dan tidak
pernah begadang setelahnya. (HR. Ahmad; shahih)
Ibnu Qayyim Al Jauziyah menjelaskan dalam Zadul Ma'ad: "Termasuk kebiasaan beliau adalah tidur di awal malam dan bangun di bagian akhirnya. Terkadang beliau begadang di awal malam untuk mengurusi berbagai kepentingan orang-orang miskin."
Ibnu Qayyim Al Jauziyah menjelaskan dalam Zadul Ma'ad: "Termasuk kebiasaan beliau adalah tidur di awal malam dan bangun di bagian akhirnya. Terkadang beliau begadang di awal malam untuk mengurusi berbagai kepentingan orang-orang miskin."
1.2 Tidur Sehat
Ala Rasulullah
Ajaran Islam
sebagai ajaran yang menyeluruh, memberikan tuntunan di segala sisi keidupan manusia, tidak terkeculai dalam hal tidur. Sebelum
tidur biasakan membersihkan diri dengan berwudhu’ dan bersiwak (mengosok gigi).
Meskipun Cuma tidur bukan berarti seenaknya saja. Tidurlah dengan pakaian yang
pantas, jangan pakaian yang menyiksa raga seperti ketat dan menyesakan
sehinggga mengganggu ketentraman tidur. Ada baiknya sebelum tidur membersihkan
tempat tidur agar sangat nyaman. Jangan sampai lupa berdoa dan berdzikir.
Dengan berdoa dan berzikir Insya Allah terhindar dari mimpi buruk.
Rasulullah
tidur lebih awal dan bangun lebih awal. Rasulullah selalu mengajak umatnya agar
selalu bangun sebelum waktu subuh serta melaksanakan sholat shubuh di masjid.
Selain mendapat pahala, dengan berjalan ke masjid, kita akan menghirup udara
subuh yang segar dan mengandung oksigen. Karena itu orang yang suka bangun pagi
dan menghirup udara pagi mempunyai paru-paru yang lebih kuat dan sehat.
Disamping itu, udara subuh dapat memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan.
Keuntungan yang akan diperoleh adalah badan sehat, otak cerdas, penghidupan
lapang dan mendapatkan kebaikan di dunia akhirat.
Sebelum
tidur dianjurkan untuk berdoa, sebagaimana Rasulullah mencontoh doa sebelum
tidur: “Dengan namaMu ya Allah, aku hidup dan aku mati” (HR Bukhari-Muslim). Kemudian
ketika bangun tidur kita juga dianjurkan untuk berdo’a:
“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami
setelah Ia mematikan kami. Dan kepadaNyakita semua berkumpul” (HR Bukhari).
Prinsipnya, cepat tidur dan cepat bangun.
Beliau
tidur di awal malam dan bagun pada pertenganhan malam kedua. Biasanya
Rasulullah SAW bangun dan bersiwak, lalu berwudhu dan sholat sampai waktu
diizinkan Allah. Beliau tidak pernah tidur melebihi kebutuhan. Penelitian yang
dilakukan di Jepang dan di AS selama enam tahun dengan responden berusia 30
sampai dengan 120 tahun menyimpulkan bahwa orang yang biasa tidur lebih dari 8
jam sehari memiliki risiko kematian yang lebih cepat. Sangat berlawanan dengan
mereka yang bisa tidur 6 – 7 jam sehari. Nah Rasulullah SAW biasa tidur selepas
Isya untuk kemudian bangun malam. Jadi beliau tidur tidak lebih dari 8 jam.
Cara tidur
Rasulullah pun sarat
makna. Ibnu Qoyyim, seorang intelektual Islam berkata: “Barangsiapa yang
memperhatikan pola tidur Rasulullah, niscaya ia akan memahami pola tidur yang
benar dan paling bermanfaat untuk badan dan organ tubuh”. Ibnu qayyim Al
Jauziyyah dalam buku Metode Pengobatan Nabi mengungkapkan bahwa Rasul tidur
dengan memiringkan tubuh kearah kanan, sambil berzikir kepada Allah hingga
matanya terasa berat. Tekadang beliau memiringkan badannya kesebelah kiri
sebentar,untuk kemudian kembali ke sebelah kanan. Tidur seperti ini merupakan
tidur paling efisien. Tiga manfaat
yang dapat diambil dari posisi tidur miring ke kanan, yaitu:
a.
Menjaga saluran pernafasan
Tidur miring mencegah jatuhnya lidah ke pangkal yang
dapat mengganggu saluran pernafasan. Tidur dengan posisi telentang,
mengakibatkan saluran pernafasan terhalang oleh lidah. Yang juga mengakibatkan
seseorang mendengkur. Orang yang mendengkur saat tidur menyebabkan tubuh
kekurangan oksigen. Bahkan terkadang dapat mengakibatkan terhentinya nafas
untuk beberapa detik yang akan membangunkannya dari tidur. Orang tersebut
biasanya akan bangun dengan keadaan pusing karena kurangnya oksigen yang masuk
ke otak. Tentunya ini sangat mengganggu kualitas tidur.
b.
Menjaga kesehatan jantung
Tidur miring ke kanan membuat jantung tidak tertimpa
organ lainnya. Hal ini disebabkan karena posisi jantung yang lebih condong
berada di sebelah kiri. Tidur bertumpu pada sisi kiri menyebabkan curah jantung
yang berlebihan, karena darah yang masuk ke atrium juga banyak yang disebabkan
karena paru-paru kanan berada di atas. Sedangkan paru-paru kanan mendapatkan
pasokan darah yang lebih banyak dari paru-paru kiri.
c.
Menjaga kesehatan paru-paru
Paru-paru kiri lebih kecil
dibandingkan dengan paru-paru kanan. Jika tidur miring ke sebelah kanan,
jantung akan condong ke sebelah kanan. Hal ini tidak menjadi masalah karena
paru-paru kanan lebih besar. Lain halnya jika bertumpu pada sebelah kiri,
jantung akan menekan paru-paru kiri yang berukuran kecil, tentu ini
sangat tidak baik. Namun Rasullah juga terkadang miring ke kiri untuk sementara
dan kemudian kembali lagi miring ke kanan.
1.1 Makan Sehat
Ala Rasulullah
Untuk
menjaga kesehatan atau terhindar dari penyakit, makanan memang faktor paling
kasat mata yang harus diperhatikan. Namun yang sangat menentukan selain jenis
makanan itu sendiri, cara makan pun sangat perlu untuk diperhatikan.
Oleh karena itu nabi pun punya tips bagaimana kegiatan makan yang merupakan kebutuhan pokok manusia itu betul-betul optimal mendatangkan kesehatan dan tidak mendatangkan dampak negatif.
Oleh karena itu nabi pun punya tips bagaimana kegiatan makan yang merupakan kebutuhan pokok manusia itu betul-betul optimal mendatangkan kesehatan dan tidak mendatangkan dampak negatif.
1. Pastikan makanan yang didapatkan adalah halal dan
baik serta tidak mengandung unsur-unsur yang haram.
Prinsip
pertama, makanan dan minuman harus halal dan thoyib (baik). Maksudnya selain masuk
kategori halal, maka makanan dan minuman kaum muslimin harus bersih dan
mengandung kandungan gizi yang cukup.
وَكُلُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّهُ حَلاَلاً طَيِّباً
وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِيَ أَنتُم بِهِ مُؤْمِنُونَ
“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa
yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu
beriman kepada-Nya.” (QS: Al Maidah: 88).
Jangan
lupa untuk selalu meniatkan makan dan minum untuk menguatkan badan, agar dapat
melakukan ibadah, dan hal-hal lain yang berguna agar dapat menjadi insan yang
muttaqin.
2. Kaum
Muslim hanya makan sesudah lapar dan berhenti sebelum kenyang.
Prinsip
kedua, seimbang, sederhana dan tak berlebihan. Rasulullah mengajarkan untuk makan tidak terlalu kenyang. Lambung cukup di
isis dengan 1/3 makanan. 2/3nya untuk minuman dan udara. Rasulullah bersaba:
“Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya.
Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau
tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga
untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan”
(HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).
Rasulullah
melarang untuk makan lagi sesudah kenyang. “Kami adalah kaum yang tidak makan
sebelummerasa lapar dan bila kami makan tidak pernah kekenyangan”(HR Bukhari
Musim). Allah berfirman dalam Al Qur’an surat Al A’raf ayat 31: “Hai anak Adam,
kenakan pakaianmu yang indah disetiap memasuki masjid, makan dan minumlah dan
janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang
belebih-lebihan”.
Hal senada
dapat ditemukan di surat Al Baqarah 168: “Hai sekalian manusia makan-makanlah
yang halal lagi baik dariapa yang terdapatdi bumi dan jangan kamu mengikuti
langkah-langkah syaitan, karena syaitan musuh yang nyata bagimu.” Sesungguhnya
pangkal penyakit kebanyakan bersumber dari makanan. Maka tak heran bila
Rasulullah memberi perhatian besar dalam masalah ini.
Suatu
hari, di masa setelah wafatnya Rasulullah, para sahabat mengunjungi Aisyah ra.
Waktu itu daulah islamiyah sudah sedemikian luas dan makmur. Lalu, sambil
menunggu Aisyah ra, para sahabat, yang sudah menjadi orang-orang kaya, saling
bercerita tentang menu makanan mereka yang meningkat dan bermacam-macam. Aisyah
ra, yang mendengar hal itu tiba-tiba menangis. “Apa yang membuatmu menangis,
wahai Bunda?” tanya para sahabat.
Aisyah ra
lalu menjawab, “Dahulu Rasulullah tidak pernah mengenyangkan perutnya dengan
dua jenis makanan. Ketika sudah kenyang dengan roti, beliau tidak akan makan
kurma, dan ketika sudah kenyang dengan kurma, beliau tidak akan makan roti.”
Dan penelitian membuktikan bahwa berkumpulnya berjenis-jenis makanan dalam
perut telah melahirkan bermacam-macam penyakit. Maka sebaiknya jangan gampang
tergoda untuk makan lagi, kalau sudah yakin bahwa Anda sudah kenyang.
Dunia
modern dikejutkan dengan satu ‘penyakit’ baru, yakni obesitas. Kelebihan berat
badan jika dibiarkan akan mengundang lebih banyak penyakit. Dan, obesitas ini
tentu mulanya walaupun tidak semua, sering bermula dari kebiasaan makan secara
berlebihan. Oleh karena itu makanlah secukupnya dan jangan berlebihan.
3. Puasa Ala Rasululllah
Prinsip
ketiga berpuasa. Sebulan dalam setahun, umat Islam diwajibkan bukan saja dengan
mencapai ketaqwaan tetapi juga ksehatannya dapat terjaga. “Berpuasalah kamu
supaya sehat tubuhmu” (HR Bukhari).
Puasa akan
membawa kita pada kesehatan yang sangat luar biasa. Secara fisiologis, puasa
sangat erat kaitannya dengan kesehatan tubuh manusia. Saluran pencernaan
manusia tempat menampung dan mencerna makanan, merupakan organ dalam yang
terbesar dan terberat di dalam tubuh manusia. Sistem pencernaan tersebut tidak
berhenti bekerja selama 24 jam dalam sehari.
Banyak hasil
penelitian modern yang memaparkan bahwa puasa sangat menyehatkan. Diantaranya,
memberikan istirahat fisiologis menyeluruh bagi sistem pencernaan dan sistem
syaraf pusat, menormalisasi metabolisme tubuh, menurunkan kadar gula darah,
mengikis lipid “jahat” (cholesterol), detoksifikasi (membuang racun dari
tubuh), dan lain sebagainya.
Selain itu,
diajarkan juga kepada kita agar senantiasa berdo’a baik sebelum maupun sesudah
makan. Doa sebelum makan: “Ya Allah, berkahilah untuk kami, pada apa yang telah Engkau rizkikan
kepada kami, dan periharalah kami dari api neraka”(Al Hadist). Doa sesudah makan: “Segala puji
bagi Allah yang telah memberi makan dan minum kami, serta menjadikan kami
orang-orang muslim”(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
4.
Mencuci kedua tangan sebelum makan
Jika
dalam keadaan kotor atau ketika belum yakin dengan kebersihannya.
“Apabila Rasululllah Sholallahu Alaihi Wassalam hendak tidur sedangkan Beliau dalam keadaan junub, maka beliau berwudhu terlebih dahulu dan apabila hendak makan, beliau mencuci kedua tangannya terlebih dahulu.” (HR. Ahmad).
“Apabila Rasululllah Sholallahu Alaihi Wassalam hendak tidur sedangkan Beliau dalam keadaan junub, maka beliau berwudhu terlebih dahulu dan apabila hendak makan, beliau mencuci kedua tangannya terlebih dahulu.” (HR. Ahmad).
5. Menu Makan Rasululllah
Salah satu
makanan kegemaran Rasul adalah madu. Beliau biasa meminum madu yang dicampur
air untuk membersihan air liur dan pencernaan. Rasul bersabda, “Hendaknya
kalian menggunakan dua macam obat, yaitu madu dan Alquran” (HR. Ibnu Majah dan
Hakim).Yang selanjutnya, Rasulullah tidak makan dua jenis makanan panas atau
dua jenis makanan yang dingin secara bersamaan.
Beliau juga
tidak makan ikan dan daging dalam satu waktu dan juga tidak langsung tidur
setelah makan malam, karena tidak baik bagi jantung. Beliau juga meminimalisir
dalam mengonsumsi daging, sebab terlalu banyak daging akan berakibat buruk pada
persendian dan ginjal. Pesan Umar ra, “Jangan kau jadikan perutmu sebagai
kuburan bagi hewan-hewan ternak!”
Menu harian Rasulullah adalah sebagai
berikut:
Lepas dari
subuh, Rasulullah membuka menu sarapannya dengan segelas air yang dicampur
dengan sesendok madu asli. Khasiatnya luar biasa. Dalam Al qur’an, kata
“syifa”/kesembuhan, yang dihasilkan oleh madu, diungkapkan dengan isim nakiroh,
yang berarti umum, menyeluruh. Ditinjau dari ilmu kesehatan, madu berfungsi
membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus, menyembuhkan sembelit, wasir,
peradangan, serta menyembuhkan luka bakar.
Masuk waktu
dluha, Rasulullah selalu makan tujuh butir kurma “ajwa”/matang. Sabda beliau,
barang siapa yang makan tujuh butir kurma, maka akan terlindungi dari racun.
Dan ini terbukti ketika seorang wanita Yahudi menaruh racun dalam makanan
Rasulullah dalam sebuah percobaan pembunuhan di perang khaibar, racun yang
tertelan oleh beliau kemudian bisa dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung
dalam kurma. Bisyir ibnu al Barra’, salah seorang sahabat yang ikut makan racun
tersebut, akhirnya meninggal. Tetapi Rasulullah selamat. Apa rahasianya? Tujuh
butir kurma!
Dalam sebuah
penelitian di Mesir, penyakit kanker ternyata tidak menyebar ke daerah-daerah
yang penduduknya banyak mengonsumsi kurma karena kurma memiliki zat-zat yang
bisa mematikan sel-sel kanker. Maka tidak perlu heran kalau Allah menyuruh
Maryam ra, untuk makan kurma di saat kehamilannya sebab bagus untuk kesehatan
janin.
Dahulu,
Rasulullah selalu berbuka puasa dengan segelas susu dan kurma, kemudian sholat
maghrib. Kedua jenis makanan itu kaya dengan glukosa, sehingga langsung
menggantikan zat-zat gula yang kering setelah seharian berpuasa. Glukosa itu
sudah cukup mengenyangkan, sehingga setelah sholat maghrib, tidak akan
berlebihan apabila bermaksud untuk makan lagi.
Menjelang
sore hari, menu Rasulullah selanjutnya adalah cuka dan minyak zaitun. Tentu
saja bukan cuma cuka dan minyak zaitunnya saja, tetapi dikonsumsi dengan
makanan pokok, seperti roti misalnya. Manfaatnya banyak sekali, diantaranya
mencegah lemah tulang dan kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit,
menurunkan kolesterol, dan memperlancar pencernaan. Ia juga berfungsi untuk
mencegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim dingin.
Ada kisah
menarik sehubungan dengan buah tin dan zaitun, yang Allah bersumpah dengan
keduanya. Dalam Al-quran, kata “at tin” hanya ada satu kali, sedangkan kata “az
zaytun” diulang sampai tujuh kali. Seorang ahli kemudian melakukan penelitian,
yang kesimpulannya, jika zat-zat yang terkandung dalam tin dan zaitun berkumpul
dalam tubuh manusia dengan perbandingan 1:7, maka akan menghasilkan “ahsni
taqwim”, atau tubuh yang sempurna, sebagaimana tercantum dalam surat at tin.
Subhanallah!
Di malam
hari, menu utama Rasulullah adalah sayur-sayuran. Beberapa riwayat mengatakan,
beliau selalu mengonsumsi sana al makki dan sanut. Secara umum sayur-sayuran
memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama, yaitu memperkuat daya tahan tubuh
dan melindungi dari serangan penyakit.
Disamping
menu wajib di atas, ada beberapa jenis makanan yang disukai Rasulullah tetapi
beliau tidak rutin mengonsumsinya. Diantaranya tsarid, yaitu campuran antara
roti dan daging dengan kuah air masak (kira-kira seperti bubur ayam). Beliau
juga senang makan buah yaqthin atau labu manis, yang terbukti bisa mencegah
penyakit gula. Kemudian beliau juga senang makan anggur dan hilbah.
Sekarang
masuk pada tata cara mengonsumsinya. Ini tidak kalah pentingnya dengan
pemilihan menu. Sebab setinggi apa pun gizinya, kalau pola konsumsinya tidak
teratur, akan buruk juga akibatnya. Yang paling penting adalah menghindari
isrof (berlebihan). Rasulullah bersabda, “Cukuplah bagi manusia untuk
mengonsumsi beberapa suap makanan saja untuk menegakkan tulang sulbinya
(rusuknya).”
Makanlah
dengan sikap duduk yang baik yaitu tegap dan tidak menyandar, karena hal itu
lebih baik bagi lambung, sehingga makanan akan turun dengan sempurna.
Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya aku tidak makan dengan bersandar.”
1.3 Olahraga Sehat Ala Rasulullah
Olahraga
merupakan kegiatan menggerakan seluruh anggota tubuh secara teratur, sehingga
otot-otot menjadi kuat, persendian tidak kaku, dan aliran darah berjalan lebih
lancar ke semua jaringan dan organ-organ tubuh. Rasulullah SAW menganjurkan
semua muslim berolahraga secara rutin sebagai upaya untuk menjaga kesehatan dan
kesegaran jasmani. Sabda beliau: “Ajarilah anakmu (olahraga) berenang dan
memanah” (HR.Dailami).
Olahraga
yang dilakukan secara rutin dapat menunjang perkembangan jiwa. Meningkatkan
ketrampilan dan pertumbuhan badan.selain untuk menjaga stamina olahraga
berfungsi untuk memperkuat daya tahan tubuh, sehingga tidak mudah terserang
penyakit.
Dalam
keseharian, bila perjalanan jarak pendek, Rasullah selalu berjalan kaki, yaitu
dari rumah ke masjid, dari masjid ke pasar dan dari pasar ke rumah-rumah
sahabat. Bahkan beliau berjalan kaki ketika mengunjungi makam pahlawan di Baqi
sekitar tiga kilometer dari pusat kota Madinah, baik pada waktu terik matahari
maupun malam. Beliau tidak suka hidup manja. Sebab ketika berjalan kaki
keringat mengalir di sekjur badan, pori-pori kulit terbuka dan peredaran darah
berjalan nomal sehingga terhindar dari penyakit jantung. Ingatlah mencegah itu
lebih baik daripada mengobati.
1.4 Bersih Sehat
Ala Rasulullah
Beliau senantiasa nampak rapi dan bersih walaupun pakaian yang beliau miliki
tak lebih dari dua salinan. Tak pernah ada bintik-bintik hitam atau kuning pada
sorbannya. Sedang gamisnya selalu putih bersih. Tiap hari kamis atau jumat
beliau mencukur rambut-rambut halus yang tumbuh di bagian pipi. Kuku juga
dipotong setiap pekan. Rambut yang panjang selalu tersisir rapi pada waktu
tertentu, beliau mengoleskannya dengan sejenis minyak wangi. Gigi beliau putih
dan berbaris rapi.
Beliau bersabda: “Gosoklah
gigimu berulang-ulang sebab hal itu membersihkan mulut dan disukai Allah”. Rasulullah
menggosok gigi bukan hanya setelah bangun tidur tapi juga setiap habis makan
dan setiap hendak sholat. Pada hari jumat disunahkan untuk mandi sebelum pergi
ke masjid. Nabi bersabda: “Mandi hari jumat adalah wajib bagi setiap orang
dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakai harum-haruman”(HR Muslim).
Bukan saja dikala hendak
melakukan sholat, diluar sholat pun setiap muslim harus memperhatikan
kebersihan diri. Rasulullah menjaga kebersihan bukan hanya karena ingin sehat
tapi juga merindukan kasih sayang Allah.
1.5 Tidak Marah Ala Rasulullah
Suatu
riwayat menceritakan bahwa seorang untusan dari Bani Nadhir menemui Rasulullah
untuk minta nasehat yang pendek dan dengan melaksanakan nasehat pendek itu, ia
ingin masuk surga sehingga terlepas dari siksa neraka. Nabi memberi nasehat
pendek. “Jangan Marah”; “Ulangi nasehatmu ya Rasulullah!”; “Jangan Marah”; “Sekali
lagi ya Rasulullah!”; “Jangan Marah”.
Siapa
yang tidak pemarah hatinya aka tenteram, jika rasa marah tumbuh segeralah
dihilangkan dengan :
- Merubah posisi, misalnya jika marah timbul ketika
sedang berdiri maka duduklah, jika sedang duduk maka berbaringlah.
-Segeralah berwudhu dan mengerjakan sholat sunah dua
rakaat.
1.6 Tak Pernah
Iri Hati Ala Rasulullah
Iri hati
adalah saudara kandung dari buruk sangka. Misal, timbul kecemasan dan
kegelisahan dalam diri seseorang jika temannya memperoleh kehidupan yang lebih
baik atau pangkat yang lebih tinggi. Hati Rasulullah selalu tenteram dan tak
pernah membenci siapapun. Beliau bersabda: “Tak kan masuk surga siapa pun yang
gemar memburuk-burukan nama orang lain” (HR. Abu
Dawud). Hanya dalam dua hal ummat Islam boleh bersikap iri. Sabda Rasulullah:
“Tak boleh
bersikap iri kecuali dalam dua hal. Pertama terhadap orang yang memiliki
kekayaan dan mempergunakannya untuk menegakkan yang haq. Kedua terhadap orang
yang memiliki pengetahuan dan rajin menyebarkannya pengetahuannya itu kepada
orang banyak”. (HR.Bukhari)
Adanya
keimanan dalam diri seseorang akan memiliki sikap hidup ikhlas dan sabar. Kedua
sikap hidup tersebut merupakan kunci kebahagiaan. Hilangnya rasa ikhlas dan
sabar. Kedua sikap hidup tersebut merupakan kunci kebahagiaan. Hilangnya rasa
ikhlas dan sabar akan menyebabkan penyakit yang kita kenal dengan sebutan
stres. Apabila stres telah menghinggapi seseorang maka dia akan menjadi lemah
yang akhirnya mudah terserang penyakit. Wallahu a’lam bishawab.
2.
Tips Hidup Sehat Ala Nabi sudah dibuktikan
Ilmu Kodekteran Modern
MODERNISASI
memang memberikan banyak kemudahan dalam urusan kehidupan manusia. Semua
menjadi serba lebih cepat, lebih praktis, dan tentu lebih efisien. Tetapi
modernisasi tetap bukan sesuatu yang tanpa kelemahan.
Modernisasi
dalam beberapa hal justru telah membuat kewalahan, lebih tepatnya tidak mampu
menangani masalah yang lebih esensial. Di antaranya masalah kesehatan, baik itu
kesehatan jasmani ataupun kesehatan ruhani. Walaupun teori kesehatan kian
berkembang dan terus berusaha menemukan solusi agar penyakit jauh dari
kehidupan manusia, faktanya kian hari orang kian mudah terkena penyakit. Bukan
sekedar penyakit jasmani tetapi ruhani sekaligus.
Lihat saja
di sekitar kita, setiap hari selalu saja ada orang yang mengeluh kena sariawan,
perut kembung, sesak nafas, pinggang encok, dan lain sebagainya. Bahkan
penyakit yang dulu hanya diderita orang-orang tertentu; kencing manis, ginjal,
sakit jantung, keracunan makanan, kini sudah mengakrabi hampir seluruh lapisan
masyarakat dengan berbagai usia. Artinya semakin modern, ternyata masalah
juga tidak sedikit. Penyakit kian banyak dan kian ganas menyerang siapa saja.
Atas fakta
ini, seorang ilmuwan kontemporer, Fritjof Capra mengaku heran dengan era
sekarang ini (modernisasi). Melalui
bukunya, “Titik Balik Peradaban” ia mengemukakan, dunia sekarang ini sungguh
sangat aneh, para ahli yang seharusnya mahir dan memahami bidang kajian mereka
justru sekarang juga tidak lagi mampu menyelesaikan masalah-masalah mendesak
yang muncul dalam bidang yang menjadi perhatian mereka.
2.1 Ekonom Gagal Memahami Inflasi
Onkolog sama
sekali bingung tentang penyebab-penyebab kanker; psikiater dikacaukan oleh
schizophrenia, demikian juga polisi tidak berdaya
menghadapi kejahatan yang terus meningkat. Khusus problem kesehatan, lebih jauh Capra menuliskan bahwa manusia modern
terancam oleh polusi air dan makanan. Kedua jenis konsumsi manusia ini telah
tercemar oleh berbagai macam bahan kimia beracun.
Menurutnya, di Amerika Serikat, bahan-bahan tambahan makanan sintetis, pestisida, plastik, dan bahan-bahan kimia yang beredar di pasar-pasar diperkirakan mencapai seribu macam senyawa kimia baru setiap tahunnya. Artinya racun kimia telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan manusia.
Jadi, tidak mengherankan, mengapa orang di era modern ini cukup rentan terserang penyakit. Tidak saja mereka yang sudah tua, yang muda pun dalam situasi siaga bahkan anak-anak pun terbilang harus ekstra dijaga.
Menurutnya, di Amerika Serikat, bahan-bahan tambahan makanan sintetis, pestisida, plastik, dan bahan-bahan kimia yang beredar di pasar-pasar diperkirakan mencapai seribu macam senyawa kimia baru setiap tahunnya. Artinya racun kimia telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan manusia.
Jadi, tidak mengherankan, mengapa orang di era modern ini cukup rentan terserang penyakit. Tidak saja mereka yang sudah tua, yang muda pun dalam situasi siaga bahkan anak-anak pun terbilang harus ekstra dijaga.
2.2 Penyakit
mengancam tiap saat
Mengapa
penyakit menjadi begitu dekat dengan manusia dan mengancam setiap
saat? Ada banyak faktor yang memicu terjadinya hal tersebut. Mulai dari
cara pandang pragmatis para pengusaha makanan, pola hidup serba instan di
masyarakat, sampai pada tahap dimana orang sudah mulai kurang peduli dengan
syari’at agama dalam hal makanan.
Baru-baru
ini (11/08/2011) Pusat Data Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PDPERSI)
melaporkan bahwa, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis, sebanyak
1.416 item makanan olahan yang beredar di pasaran tidak memenuhi persyaratan.
Ironisnya, total produk tersebut mencapai sekitar 73.293 kemasan.
Dari
sisi pola makan, masyarakat sudah banyak yang menerapkan pola makan tidak
sehat. Seperti makan tanpa diawali dan diakhiri dengan doa, bahkan sambil
berjalan, selain itu juga masih banyak yang tidak membiasakan cuci tangan. Dunia
medis modern mengatakan bahwa, cara makan yang baik ialah dengan cara duduk dan
tenang. Hal itu memungkinkan tubuh mengarahkan energi menuju proses makanan
yang sedang dicerna. Enzim pencernaan juga akan bekerja dalam kondisi
menyenangkan.
Untuk
lebih sempurnanya proses pencernaan, hendaklah disisihkan waktu setidaknya
sepuluh menit untuk makan dalam suasana rileks. Sambil kita terus-menerus
memperbanyak dzikir, betapa nikmat Allah begitu besar pada diri kita. Ditinjau
dari sisi adab, makan dengan cara duduk dan tidak terburu-buru menunjukkan satu
akhlak yang baik.
Padahal
Rasulullah saw telah memberikan contoh 14 abad lalu, sebelum dunia kedokteran
merilis bahwa makan harus duduk, tenang dan tidak terburu-buru. Islam bahkan
mengajarkan untuk memulakan dengan do’a. Demikian pula dalam hal kebersihan.
2.3 Cara Agar Sehat Jiwa
Raga
Berikut
ini adalah langkah-langkah agar memperoleh sehat jiwa dan raga:
1.
Bangun sebelum shubuh atau dini hari untuk qiyamul
lail. Bagi anda yang pelajar/mahasiswa anda bisa menulis di waktu yang hening
itu. Lebih afdhal juga jika anda bangun sholat dan berdoa. Sebab doa pada waktu
malam kemungkinan terkabulkannya cukup besar. Dan, lakukanlah sholat Shubuh
secara berjama’ah di masjid.
Jika rumah anda terbilang agak jauh
dari masjid, kondisi tersebut sungguh sangat menguntungkan. Anda bisa jalan
kaki ke masjid. Jadi, selain mendapat pahala yang jauh lebih besar, anda juga
bisa sekaligus berolahraga sambil menikmati sejuknya udara di pagi hari.
Jika anda rutin melakukannya, jalan
kaki akan menjadikan peredaran darah lebih teratur, dan darah akan sampai dalam
jumlah yang besar ke pembuluh-pembuluh darah yang ada di seluruh tubuh,
sehingga dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan banyak keletihan yang
disebabkan oleh kurangnya suplai darah di seluruh sudut tubuh pada beberapa
penyakit.
2.
Sebisa mungkin jangan mudah emosi
atau mudah marah. Rasullullah saw, memperingatkan kita, “Jangan marah, jangan
marah, jangan marah.” Ini menunujukkan bahwa hakikat kesehatan dan kekuatan
Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu
dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan jiwa.
Jika anda termasuk tipe orang yang suka marah, atau
mudah terpancing emosi lalu marah, Rasulullah saw memberikan tips berikut ini;
a.
Mengubah posisi ketika marah, bila
berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring
b.
Membaca ta ‘awwudz, karena marah itu
dari syaithan
c.
Segeralah berwudhu dan lakukanlah
sholat dua rakaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati
3.
Jangan mendengki saudara Muslim yang
lainnya. Gembira jika saudaranya tertimpa musibah dan bersedih jika suadaranya
mendapat berkah merupakan sikap yang tercela dan bisa menghanguskan pahala
kebaikan kita sendiri.“Waspadalah terhadap hasud (iri dan dengki),
sesungguhnya hasud mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu.” (HR.
Abu Dawud)
4.
Senantiasa berdoa kepada Allah SWT
agar diberikan kesehatan. Rasulullah saw berwasiat kepada kita, “Mohonlah
kepada Allah keselamatan dan afiat. Sesungguhnya tiada sesuatu pemberian Allah
sesudah keyakinan (iman) lebih baik dari pada sehat afiat.” (HR Ibnu
Majah).
5.
Perbanyaklah puasa. Suatu kali, penulis bertemu
dengan seorang pengurus masjid di kawasan Grogol Jakarta Barat. Usianya sudah
lebih dari 70 tahun, tetapi fisiknya masih kuat. Dia mampu membersihkan masjid
dan naik turun tangga setiap hari.
Tatkala ditanya, apa rahasianya, jawabannya cukup
singkat, “Kosongkan perutmu dua kali seminggu dan perbanyaklah minum air
disertai doa. Mesin saja kalau tidak diservice bisa rusak,” begitu jawabnya
sederhana. Subhanallah.
Benar, puasa dan doa adalah salah satu cara menservice
fisik manusia supaya tetap bugar. Nabi pernah berpesan, dalam amalan puasa,
terkandung banyak manfaat kesehatan. ”Puasalah kamu niscaya kamu akan sehat
selalu.”
Dengan
memperhatikan dan berupaya menerapkan cara hidup nabi dalam kesehariannya,
Insya Allah bukan saja fisik kita akan sehat, jiwa kita pun akan selalu
terawat.
Demikian
artikel yang saya buat melalui berbagai sumber terpercaya insyaAllah, semoga bermanfaat dan dapat diterapkan di kehidupan :)
by Affin Aknatikharin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar