Selasa, 07 Februari 2017

Asuhan Keperawatan dengan kasus Karsinoma Tulang



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Benjolan pada seseorang tidak selalu berkontraksi jelek,tetapi jika benjolan itu terdapat pada bagian tubuh yang tak semestinya, tentu harus diwaspadai,jangan jangan itu merupakan pertanda  awal terjadinya tumor tulang. Ada 3 macam tumor tulang yaitu yang bersifat lunak, ganas dan memiliki lesi di tulang ( berlubangnya stuktur karena jaringan akibat cedera atau penyakit). Selain itu ada yang bersifat primer dan sekunder. Pada tumor tulang sekunder misalnya, seseorang terkena tumor payudara kemudian menjalar ke tulang dan selanjutnya menggerogoti tulang tersebut.
Keganasan tulang dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu tumor benigna dan maligna.klasifikasi yang banyak digunakan untuk kedua jenis tumor ini adalah sebagai berikut:
1.      Tumor tulang benigna kondrogenik: osteokondroma, kondroma osteogenik: osteoid osteoma, osteoblastoma, tumor sel giant.
2.      Tumor tulang maligna kondrogenik: kondrosarkoma Osteogenik: Osteosarkoma Fibrogenik: Fibrosarkoma tidak jelas asalnya : sarcoma Ewing.
Menurut Errol Untung Hutagalung, seorang guru besar dalam Ilmu BedahOrthopedy Universitas Indonesia, dalam kurun waktu 10 tahun (1995-2004) tercatat 455kasus tumor tulang yang terdiri dari 327 kasus tumor tulang ganas (72%) dan 128 kasustumor tulang jinak (28%). Di RSCM jenis tumor tulang osteosarkoma merupakan tumorganas yang sering didapati yakni 22% dari seluruh jenis tumor tulang dan 31 % dariseluruh tumor tulang ganas. Dari jumlah seluruh kasus tumor tulang 90% kasus datangdalam stadium lanjut. Angka harapan hidup penderita kanker tulang mencapai 60% jikabelum terjadi penyebaran ke paru-paru. Sekitar 75% penderita bertahan hidup sampai 5tahun setelah penyakitnya terdiagnosis. Sayangnya penderita kanker tulang kerap datangdalam keadaan sudah lanjut sehingga penanganannya menjadi lebih sulit. Jika tidaksegera ditangani maka tumor dapat menyebar ke organ lain, sementara penyembuhannyasangat menyakitkan karena terkadang memerlukan pembedahan radikal diikutikemoterapi.
         
1.2  Tujuan
1.      Tujuan Umum
Untuk pembelajaran Mata Kuliah KMB II, pada sub bab sistem muskuloskeletal yang terfokus pada asuhan keperawatan pada kasus Karsinoma Tulang.

2.      Tujuan Khusus
a.       Agar dapat mengetahui, menjelaskan dan memahami definisi pada kasus Karsinoma Tulang
b.      Agar dapat mengetahui, menjelaskan dan memahami etiologi pada kasus Karsinoma Tulang.
c.       Agar dapat mengetahui, menjelaskan dan memahami patofisiologi pada kasus Karsinoma Tulang.
d.      Agar dapat mengetahui, menjelaskan dan memahami tanda dan gejala pada kasus Karsinoma Tulang.
e.       Agar dapat mengetahui, menjelaskan dan memahami komplikasi pada kasus Karsinoma Tulang.
f.       Agar dapat mengetahui, menjelaskan dan memahami penatalaksanaan medis  pada kasus Karsinoma Tulang.
g.      Agar dapat mengetahui, menjelaskan, memahami dan menerapkan asuhan keperawatan pada kasus Karsinoma Tulang.














BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian
Sarkoma merupakan kanker yang berasal dari tulang otot, atau jaringan penyambung ( doenges, 2000 ) . Osteosarcoma adalah salah satu pertumbuhan yang cepat pada tumor maligna tulang.
Sarkoma osteogenik merupakan neoplasma  tulang primer yang sangat ganas, tumor ini tumbuh di  metafisis tulang. Tempat paling sering terserang tumor ini adalah bagian ujung tulang panjang, terutama lutut.
Karsinoma tulang adalah pertumbuhan jaringan baru yang terus menenrus secara cepat dan pertimbangannya tidak terkendali.kanker bias berasal dari dalam tulang bias timbul dari jaringan atau dari sel sel kartilago yang berhubungan dengan apiphipisis atau dari unsur unsure pembentuk darah yang dapat pada sumsum tulang. (Wong, 2003 ; 616 )

2.2 Etiologi
Penyebab pastinya karsinoma tulang belum diketahui secara pasti,namun para peneliti dapat menunjukan bahwa peningkatan suatu zat dalam tubuh meningkatkan tumor tulang.
Terdapat faktor penghubung yang dapat  memungkinkan menjadi faktor penyebab
Menurut smeltzer (2001)
a.       Radiasi sinar radio aktif dan dosis tinggi.
b.      Keturunan (genetik ).
c.       Beberapa kondisi tulang yang ada sebelumnya yang disebabkan oleh penyakit.
d.      Virus onkogenik.
e.       Mengkonsumsi zat zat toksik seperti : makanan dengan zat pengawet, merokok dll.
a.       Radiasi
Keganasan jaringan lunak dapat terjadi pada daerah tubuh yang terpapar radiasi seperti klien karsinoma mamma dan limpoma maligna yang mendapat radioterapi. jarak waktu radiasi terjadinya sarcoma diperkirakan sejitar 11 tahun.
b.      Genetik
Ada beberapa gen yang berperan dalam terjadinya sarcoma antara lain RB-1  dan p53.
c.       Infeksi
Keganasan jaringan lunak dan tulang dapat juga disebabkan oleh infeksi parasit yaitu filariasis .
d.      Bahan kimia
Bahan kimia seperti  dioxin dan phenoxyherbicide  diduga dapat menyebabkan sarcoma  tetapi belum dapat dibuktikan secara pasti.



















2.3 Patofisiologi
            Pathway
Keturunan                   radiasi sinar radio aktif                       virus obkogenik           karsinogen
Kerusakan gen (mutasi gen)
                                    Proliferasi sel tulang secara abnormal
                                    Jaringan lunak diinvasi sel tumor
                                                Neoplasma
                                    KARSINOMA TULANG
Respon osteolitik dan osteoblastik
      Penimbunan periosteum                            menekan sel saraf
 disekitar lesi                                       inflamasi local nyeri
Pertumbuhan tulang menjadi                          kerusakan struktur tulang
tidak normal                                        tulang lebih rapuh
Tindakan medis                                                                                              
                                                                                                Resiko fraktur             Hambatan
Cacat, bota                  perubahan status kesehatan                 Resiko cidera mobilitas fisik
Gangguan citra tubuh             Ansietas

2.4  Tanda dan Gejala
1.      Nyeri atau pembengkakan ekstremitas yang terkena (biasanya menjadi semakin parah pada malam hari dan meningkat sesuai dengan progresifitas penyakit).
2.      Akibat riwayat trauma atau caidera yang berkaitan dengan olahraga yang tidak berhubungan.
3.      Peningkatan kadar fosfate alkalis serum.
4.      Keterbatasan gerak.
5.      Kehilangan berat badan.
6.      Peningkatan suhu kulit diatas masa dan ketegangan vena.
7.      Lesi primer dapat mengenai semua tulang.
8.      Malaise.
9.      Demam.

2.5 Komplikasi
1.      Gangguan produksi antibodi.
2.      Infeksi yang biasa disebabkan oleh kerusakan sumsum tulang yang luas dan merupakan efek kemoterapi, radioterapi, maupun steroid.
3.      Leucopenia.
4.      Fraktur patologis.
5.      Gangguan ginjal.
6.      Gangguan sistem hematologi.
7.      Hilangnya ekstremitas.
8.      Apatis.
9.      Kelemahan.

2.6 Penatalaksanaan Medis
Tujuan penatalaksanaan medis adalah menghancurkan atau mengangkat jaringan ganas dengan metode seefektif mungkin.
a.       Eksisi luas, tujuan adalah untuk mendapatkan batas-batas tumor secara histologis tetapi mempertahankan struktur-struktur neurovaskular yang utama.
b.      Amputasi, tindakan pengangkatan tumor kanker biasanya dengan mengamputasi. Indikasi amputasi primer adalah lesi yang terjadi secara lambat yang melibatkan jaringan neurovaskular, menyebabkan fraktur patologis (terutama fraktur proksimal), biopsi insisi yang tidak tepat atau mengalami infeksi, atau terkenanya otot dalam area yang luas.
c.       Reseksi enblock, teknik ini memperlukan eksisi luas dari jaringan normal dan jaringan disekitarnya,  pengangkatan seluruh serabut otot mulai dari origo sampai insersinya dan reseksi tulang yang terkena termasuk struktur pembuluh darah.
d.      Prosedur tikhofflinberg, teknik pembedahan ini digunakan pada lesi humerus bagian proksimal dan meliputi reaksi enblock skapula, bagian humerus dan skapula.
e.       Analgesik dan narkotik.
f.       Kemoterapi mengurangi masa tumor kanker dengan alkilatin yang kombinasikan yang dilaksanakan sebelum dan sesudah pembedahan dengan tujuan untuk membasmi lesi mikrometastatik.

2.7 Konsep Asuhan Keperawatan
A.    Pengkajian
1.      Identitas Pasien
Identitas klien : ( nama, umur, jenis kelamin, suku/bangsa, agama, status mterial, pekerjaan, pendidikan, alamat, tanggal MRS, diagnosa medis ).
2.      Pengkajian Fisik
a.       Aktivitas / istirahat
Gejala :
1.      Kelemahan atau keletihan.
2.      Perubahan pada pola tidur dan waktu tidur pada malam hari ada nya faktor-faktor yang mempengaruhi tidur seperti : nyeri,ansietas, dan berkeringat malam.
3.      Keterbatasan partisipasi alam hobi dan latihan.
4.      Kerjaan atau propesi dengan pemajanan karsinogen,tingkat stres tinggi
b.      Sirkulasi
Gejala :
1.      Palpitasi nyeri dada pada aktivitas fisik berlebih.
2.      Perubahan pada tekanan darah.
c.       Integritas ego
Gejala :
1.    Faktor stres ( kehilangan pekerjaan, perubahan peran )dan cara mengatasi stres.
2.    Masalah tentang perubahan dan penampilan misalnya: alopesia, lesi, cacat pembedahan.
3.    Menyangkal diagnosis ,perasaan tidak berdaya,putus asa tidak mampu rasa bersalah.
d.      Eliminasi
Gejala : Perubahan pola defekasi misalnya : darah pada feses, nyeri pada saat defekasi, perubahan eliminasi urinearius misalnya : nyeri terbakar pada saat berkemih, hematuria, sering berkemih.
Tanda : perubahan bising usus.
e.       Makanan/cairan
Gejala :
1.    Kebiasaan diet buruk : misalnya rendah serat, tinggi lemak dan bahan pengawet.
2.    Anoreksia/mual muntah.
3.    Intoleransi makanan
Tanda : perubahan BB, Penurunan BB hebat,berkurang nya masa otot.Perubahan pada kelembaban  tugor kulit.
f.       Neurosensori
Gejala : pusing.
g.      Nyeri/kenyamanan
Gejala : tidak ada nyeri bervariasi misalnya : kenyamanan ringan sampai nyeri berat.
h.      Pernafasaan
Gejala : merokok
i.        Keamanaan
Gejala :
1.    Pemajanan pada kimia toksik, karsinogen.
2.    Pemajanan matahari lama /berlebihan.
3.    Demam
j.        Seksualitas
1.      Misalnya dampak pada hubungan, perubahan pada tingkat kepuasan.







B.     Diagnosa Keperawatan
1.    Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera biologis (karsinoma tulang).
2.    Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan      dengan ketidakmampuan mengabsorpsi nutrien (hipermetabolik akibat       karsinoma tulang).
3.    Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan muskuloskeletal   (karsinoma tulang).
4.    Ketidakefektifan koping berhubungan dengan dukungan sosial yang tidak             adekuat.

C.     Rencana Asuhan keperawatan
No.
Diagnosa Keperawatan
Tujuan
Intervensi
Rasional
1.



















No
Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera biologis (karsinoma tulang)
















Diagnosa Keperawatan
Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan nyeri berkurang dengan kriteria hasil :
1.      Skala nyeri 0 – 3
2.      Wajah tampak rileks
3.      Tidak menahan nyeri









Tujuan
1.      Kaji nyeri




2.      Observasi nyeri





3.      Instruksikan pasien/keluarga untuk melaporkan nyeri dengan segera jika nyeri timbul


Intervensi

4.      Ajarkan teknik relaksasi dan metode distraksi




5.      Kolaborasi dalam pemberian analgesik sesuai indikasi
1.      Mengetahui tingkat keparahan nyeri melalui PQRST

2.      Mempertahankan skala nyeri tidak mengalami keparahan

3.      Meningkatkan rasa nyaman dengan menurunkan vasodilatasi




Rasional

4.      Dapat mengalihkan perhatian nyerinya ke hal-hal yang menyenangkan

5.      Membantu mengurangi nyeri


2.


















No
Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan mengabsorpsi nutrien (hipermetabolik akibat karsinoma tulang)









Diagnosa Keperawatan
Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan mengalami peningkatan nutrisi yang adekuat dengan kriteria hasil :
1.      Penambahan BB
2.      Bebas tanda malnutrisi
3.      Nilai albumin dalam batas normal ( 3,5 – 5,5 g % )





Tujuan
1.      Catat asupan makanan setiap hari


2.      Berikan diet TKTP dan asupan cairan adekuat





3.      Kaji turgor kulit dan mukosa mulut pasien


Intervensi

4.      Catat jumlah /porsi makanan yang di habiskan klien


5.      Kolaborasi dengan dokter  dalam pemberian terapi parental,antiemetik

6.      Pantau hasil pemeriksaan laboratorium sesuai indikasi
1.      Mengidentifikasi kekuatan atau degisiensi nutrisi

2.      Memenuhi kebutuhan metabolik jaringan asupan cairan adekuat untuk menghilangkan produk sisa

3.      Untuk mengetahui tanda-tanda kekurangan nutrisi

Rasional

4.      Untuk mengetahui berapa banyak nutrisi yang masuk

5.      Untuk mencukupi intake yang kurang dan mengurangi mual dan muntah

6.    Membantu mengidentifikasi derajat malnutrisi

3.












No
Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan muskuloskeletal (karsinoma tulang)








Diagnosa Keperawatan
Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan hambatan mobilitas fisik berkurang dengan kriteria hasil :
1.      TTV dalam batas normal (td: 120/80mmhg, RR 12-20x/menit, N 60-100x/menit,

Tujuan

S 36˚-37,5 ˚c
2.      Pasien dapat memperbaiki aktivitas sesuai kemampuan pasien
1.      Berikan terapi latihan fisik keseimbangan mobilitas fisik









Intervensi



2.      Anjurkan pasien untuk melakukan latihan pasif dan aktif pada yang cedera maupun yang tidak






3.      Bantu pasien dalam perawatan diri






4.      Kolaborasi dengan bagian fisioterapi
1.    Meningkatkan sirkulasi darah muskuloskeletal,mempertahankan tonus otot, mempertahankan gerak sendi, mencegah kontraktur /atrofi dan mencegah reabsobsi karna


Rasional

imobilitas

2.  Meningkatkan aliran darah ke otot dan tulang untuk meningkatkan tonus otot, mempertahankan mobilitas sendi, mencegah kontraktur/atropi dan reabsobsi Ca yang tidak digunakan

3.      Meningkatkan pasien dalam mengontrol situasi meningkatkan kemampuan pasien untuk sembuh

4.      Untuk menentukan program latihan

4.


No

































No
Ketidakefektifan koping berhubungan

Diagnosa Keperawatan
dengan dukungan sosial yang tidak adekuat





























Diagnosa Keperawatan
Setelah dilakukan asuhan keperawatan

Tujuan

selama 3x24 jam diharapkan mekanisme koping efektif dengan kriteria hasil :
1.      Pasien tampak rileks
2.      Melaporkan berkurannya kecemasan
3.      Mengungkapkan mendapatkan dukungan
4.      Mengungkapkan perasaan mengenai perubahan yang terjadi pada diri klien














Tujuan
1.      Motivasi pasien dan keluarga

Intervensi

untuk mengungkapkan perasaan





2.      Berikan lingkungan yang nyaman dimana pasien dan keluarga merasa aman untuk mendiskusikan perasaan atau menolak untuk berbicara

3.      Pertahankan kontak sering dengan pasien dan bicara dengan menyentuh pasien

4.      Berikan informasi akurat,
konsisten
Intervensi

mengenai prognosis
1.      Memberikan kesempatan

Rasional

pada pasien untuk mengungkapkan rasa takut serta kesalahan konsep tentang diagnosis

2.      Membina hubungan saling percaya dan membantu pasien untuk merasa diterima denga kondisi apa adanya




3.      Memberikan keyakinan bahwa pasien tidak sendiri atau ditolak



4.      Dapat menurunkan ansietas dan memungkinkan
Rasional

pasien membuat keputusan attau pilihan sesuai realita




























BAB III
PENUTUP

1.1  Kesimpulan
            Karsinoma tulang adalah pertumbuhan jaringan baru yang terus menenrus secara cepat dan pertimbangannya tidak terkendali.kanker bias berasal dari dalam tulang bias timbul dari jaringan atau dari sel sel kartilago yang berhubungan dengan apiphipisis atau dari unsur unsure pembentuk darah yang dapat pada sumsum tulang.

1.2  Saran
            Melalui makalah ini, kami selaku penyusun makalah ini berharap agar          pembaca senantiasa memperdulikan akan kesehatannya sendiri, lingkungan    dan sekitarnya juga kebiasaan hidupnya agar terhindar dari penyakit Melalui   makalah ini, kami selaku penyusun makalah ini berharap agar pembaca             senantiasa memperdulikan akan kesehatannya sendiri, lingkungan dan         sekitarnya juga kebiasaan hidupnya agar terhindar dari penyakit Karsinoma      Tulang.











DAFTAR PUSTAKA

            Herdman, T. Heather dan S. Kamitsuru. 2015. NANDA International Inc. DIAGNOSIS      KEPERAWATAN :             Definisi dan Klasifikasi 2015-2017 Edisi 10. Jakarta: EGC.
            https :// www.scribd.com / doc / 312576330

Tidak ada komentar:

Posting Komentar