Kamis, 06 April 2017

Mahasiswa Keperawatan, cintai Askepmu..

Sharing


Bagi Mahasiswa Keperawatan,

Ketika membuat askep misalnya mau mengangkat diagnosa keperawatan di RS, baiknya dikonsulkan juga dengan perawat ruangan atau langsung ke CI / Karunya.

Dari pengalaman pribadi, di berbagai macam praktek di RS, ketika mengangkat 5-8 diagnosa keperawatan, sering mendapati pertanyaan dan pernyataan dari CI / Karunya.

"Mengapa banyak sekali mengangkat diagnosa keperawatan? kan 2 atau 3 saja sudah cukup dijadikan diagnosa keperawatan."
"Kalau sudah mengambil 1 diagnosa ini, sudah tidak perlu mengangkat masalah resikonya. Karena pasti masalah resikonya akan teratasi."
"Apakah diagnosa spiritual juga harus diangkat pada pasien ini?"
"Apakah sanggup menulis renpra semua diagnosa ini lalu mengimplementasikannya?"
Dan lain sebagainya...

Terkadang persepsi CI/Karu berbeda dengan persepsi pribadi sebagai mahasiswa. Dari pribadi mahasiswa pun harus mempunyai persepsi kuat juga atas diagnosa keperawatan yang diambil untuk menjelaskan mengapa harus mengangkatnya. Bahkan bisa jadi persepsi CI/Karu yang tadinya berbeda dengan kita, bisa berubah menjadi setuju dengan persepsi kita.

Boleh berpegang teguh dengan persepsi pribadi tapi lebih baik juga menerima saran dari perawat/CI/Karu sebagai evaluasi perbaikan.

Intinya selalu kolaborasi/diskusikan secara sesama antarperawat dengan mahasiswa keperawatan saat pembuatan askep yang baik dan benar sesaui data pengkajian nyata dan tak lupa konsul dengan dosen pembimbing.

Kalau sudah sering membuat banyak diagnosa keperawatan dan rencana keperawatan pada asuhan keperawatan (askep), insyaAllah ke depannya akan terlatih dalam menentukannya dan pastinya tidak boleh mengeluh "Duhhhh lelah... banyak mikir dan banyak nulis berlembar-lembar", karena askep adalah kewajiban perawat maka jalanilah dengan semangat dan ikhlas karena Allah. Jangan sampai sumpah yang sudah diucapkan menjadi luntur dan futur karena ketidakikhlasan dalam menjalaninya.

Tentunya, sebanyak apapun masalah-masalah dalam data pengkajian pasien, ya harus dituangkan ke dalam askep supaya masalahnya bisa diatasi melalui intervensi yang dibuat dan implementasi yang dilakukan.

Apapun yang dijalani harus dilandasi dengan dan karena cinta.
Peduli pada pasien akan mnumbuhkan rasa cinta kita pada askep yang kita buat.

Love Askep...
Cintailah profesimu..! Cintailah kewajibanmu...!
Mahasiswa harus kritis....!
Mahasiswa harus peduli...!
Mahasiswa harus semangat...!
Mahasiswa harus berjuang...!
Mahasiswa harus berlandaskan karena Allah...

Jadilah perawat yang kritis, peduli, semangat, berjuang karena Allah...
Semangat lillah...


Depok,
7 April 2017


Affin Aknatikharin


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar